Berguna nggak sih, sertifikat buat kamu ?

  No comments
07:00


IosinotesManfaat sertifikat Fungsi sertifikat Pengertian sertifikat - Manfaat mengikuti seminar . Sebagai siswa SMK Jurusan RPL , biasanya kurang tertarik dengan menghadiri event tertentu seperti seminar atau workshop . Males adalah alasan klasiknya . 

Padahal ada satu hal yang biasanya kita dapatkan setelah mengikuti event tersebut . Yaitu sertifikat

Dikutip dari Nofalanta , Jenis dari sertifikat juga bermacam ragamnya, ada yang sertifikat penghargaan, sertifikat pelatihan, sertifikat kelulusan dan masih banyak lagi macamnya.

Berguna nggak sih, sertifikat buat kamu ?
Image : Pexels


Sertifikat biasanya kita dapat setelah mengikuti kegiatan seminar / workshop atau telah memenangkan sebuah kompetisi . Sertifikat adalah bentuk penghargaan terhadap penerima sertifikat .

Sebelumnya , bila kamu mengikuti seminar ada beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan

Manfaat mengikuti seminar


Belajar hal baru


Mungkin kamu sulit untuk belajar sendiri . Dengan mendengar orang yang lebih tahu pada seminar akan membuat kamu memahami suatu hal dengan mudah . Di seminar pula kamu bisa langsung bertanya pada expert (ahlinya) . Itu adalah kesempatan berharga yang harus kamu manfaatkan . 

Baca Juga : Mengenal ReactJs di Meetup ReactJS Surabaya

Dapat pengalaman baru


Pengalamanmu akan menambah , kamu juga akan tahu bagaimana para speaker menyampaikan materinya didepan . Pengalaman adalah hal yang paling berharga di dunia ini. Orang lebih dihormati bila punya pengalaman yang lebih . Tentu kamu tahu , kenapa sih para speaker dipilih menjadi speaker di depan . Alasan utamanya adalah mereka lebih punya pengalaman untuk dibagikan . Semakin sering kamu mengikuti seminar atau worksop , pengalamanmu akan bertambah banyak .

Baca Juga : Pengalaman pelatihan next dev junior 2016

Networkingmu semakin luas


Karena orang yang hadir di seminar adalah orang yang sama-sama punya minat yang sama , kamu bisa berteman baik dengan mereka . Robert Kiyosaki bilang kalau orang miskin mencari uang , sedangkan orang kaya mencari koneksi / networking .

Di Seminar juga , kadang orang hebat yang mungkin sulit kamu temui di luar , dapat kamu temui dengan mudah di seminar . Bahkan sehebat Wiliam Tanuwidjaja (CEO Tokopedia) pun pernah saya temui secara langsung .

Baca Juga : Pengalaman luar biasa di GDG Dev Fest 2015 Surabaya

Gimana , pentingkan manfaat dari mengkuti seminar ? Karena artikel ini judulnya , Berguna nggak sih , sertifikat buat kamu ? Jawaban saya adalah penting banget .


Dan selanjutnya akan saya tulis apa aja manfaat dari memiliki sertifikat yang banyak .

Manfaat Sertifikat

Mendaftar ke Kuliah


Dengan sertifikat , kamu juga bakal punya nilai + saat mendaftar kuliah . Universitas sekarang sangat memerhatikan keaktifan mahasiswa di luar lingkungan sekolah . Sertifikat juga bisa kamu gunakan untuk mendaftar beasiswa , bisa bidikmasi ataupun beasiswa dari perusahaan swasta .

Baca Juga : Membuat personal branding dengan about.me

Lebih mudah mendapatkan pekerjaan



Perusahaan sekarang lebih mengutamakan pengalaman daripada skill . Terbukti dengan mereka (HRD Perusahaan) kebanyakan merekrut mereka yang punya banyak pengalaman walaupun lulusan rendah , daripada mereka yang lulusan PTN favorit tapi tidak punya pengalaman .

Skill bisa dengan mudah diasah , namun pengalaman adalah sesuatu yang kita dapatkan secara alami setelah mengalami hal tertentu .

Baca Juga : Setelah Lulus (RPL) , lanjut kemana ? 

Diceritakan ke anak cucu


Mungkin kamu akan bangga , ketika kamu tua nanti , kamu dapat bercerita ke anak atau cucu mu nanti bahwa , ini loh kakek dulu pernah ikut seminar ini , disini , dan tanggal ini . Sertifikat juga bisa menjadi barang yang akan mengingatkan mu akan masa-masa muda , karena di sertifikat tercantum tanggal .



Sebenarnya kalo bilang manfaat sertifikat, memang bermanfaat . Tapi manfaat yang paling penting dari sertifikat itu sendiri adalah pengalaman dan ilmu yang bisa kamu dapatkan .

Fungsi sertifikat sebenarnya adalah untuk mensertifikasi skill yang kamu miliki . Jangan sampai kamu ikut seminar cuma untuk dapat sertifikat , dan saat seminar kamu cuma tidur .

Kamu juga bisa mengirim pengalamanmu dan dipublish di Iosinotes , agar dapat dibaca oleh generasi berikutnya . Untuk caranya , kirim aja tulisanmu dalam format pdf ke email pratamaiosi@gmail.com dengan subjek SubmitPengalaman, selanjutnya akan saya posting dengan nama author kamu .

Semoga bermanfaat . Share artikel ini keteman-teman kamu , agar mereka sadar pentingnya sebuah sertifikat .

Read More

Penjelasan Apa itu Recovery Mode dan CWM atau TWRP.

  No comments
17:17

Selamat Hari Sumpah Pemuda Guy's, kali ini sayaakan menjelaskan apa itu recovery , dan bagaimana masuk recovery mode dengan menggunakan CWM atau TWRP,

Apa itu Recovery Mode pada android ? 

Penjelasan Apa itu Recovery Mode dan CWM atau TWRP.
Recovery mode . Sumber http://www.tothemobile.com/


Recovery Mode adalah menu android yang dapat di gunakan untuk memperbaiki recovery atau kerusakan pada software android dengan cara Mereset data dan Menginstal rom android

Recovery Mode tidak selalu terinstal pada semua smartphone, jika smartphone anda tidak ada menu recovery mode jangan berkecil hati, karena ada cara lain untuk masuk ke recovery mode, Yaitu dengan menggunakan CWM atau TWRP..

Apa itu CWM atau TWRP ?

  • CWM adalah kepanjangan dari Clockworkmod. CWM sendiri adalah hasil dari modifikasi recovery asli, fitur yang ada di dalamnya lebih lengkap jika dibandingkan dengan recovery bawaan device android anda. Salah satu fungsi yang terdapat dalam CWM bisa digunakan untuk install/flash ulang, factory reset, bahkan bisa juga digunakan untuk backup dan restore, tampilan dari CWM biasanya masih basic, sama seperti recovery bawaan serta cara pengoperasiannya juga masih menggunakan tombol power, vol-up maupun vol-down. 
  • TWRP adalah kepanjangan dari Team Win Recovery Project. TWRP sendiri adalah recovery open-source pada android yang sudah bisa menggunakan touchscreen/layar sentuh. Secara keseluruhannya fungsi TWRP sama dengan CWM, hanya berbeda pada tampilan dan cara penggunaannya.

Kenapa kita harus menginstal CWM atau TWRP, pada android ?

  • TWRP/CWM ini dapat membuat dan mengembalikan sebuah backup image yang sebelumnya sudah kalian backup terlebih dahulu - Sebuah backup image akan membuat salinan dari semua aplikasi, pengaturan maupun data aplikasi pada device Android anda. 
  • Backup dan restore ini sangatlah penting jika ketika percobaan hacking anda gagal, dan anda dapat menggunakan fitur ini "backup image" yang telah dibuat sebelumnya untuk mengembalikan fungsi telepon anda seperti semula. 
  • Dengan TWRP/CWM Anda dapat melakukan install ulang/flashing/Custom ROM sesuai keinginan anda. Bagi Anda yang suka meng-custom ROM bawaan ke ROM lain juga sepenuhnya dapat merubah seperti penampilan dan fungsi-fungsi yang ada pada sebuah smartphone 
  • Yang sering dilakukan ketika menggunakan TWRP/CWM digunakan untuk melakukan flashing smartphone atau meng-custom Recovery seperti saya.

Jika ada yang kurang jelas, silakan komentar di bawah ya guys..


Read More

Mengenal ReactJS di Meetup React JS Surabaya

  No comments
09:43

Mengenal ReactJS di Meetup React JS Surabaya
Banner Meetup Introducing React JS

Iosinotes - Belajar React JS - Materi React JS - Pengertian React JS  . Minggu lalu , tepatnya hari minggu 23 Oktober 2016 , saya menghadiri Meetup React JS . Pertama kali dengar React JS adalah saat main ke Forward Factory . Singkat cerita nya adalah , kalau Startup Kulina dari Jogja , adalah Startup yang diisi oleh founder dan co-founder yang hebat-hebat . Developernya adalah Top Developer disana . Dan teknologi webnya menggunakan teknologi terbaru , React JS , sebuah library yang sangat powerful . 

Dari situ saya penasaran dengan React JS dan ingin mempelajarinya juga , karena saya juga Front End Developer . Allhamdulillah , kemarin saya mengikuti meetup React JS di Dilo Surabaya . Pembicaranya adalah Mas Firdaus dari Pinjam.co.id  

Untuk penjelasan dibawah ini dari situs bertzzie.com , saya rasa sangat mudah dipahami buat kita untuk belajar React JS sebagai pemula . 




React JS (Pengenalan)

ReactJS merupakan sebuah library dari facebook yang dapat digunakan untuk membangun antarmuka pengguna. Pada bagian ini kita akan mencoba menggunakan React untuk membangun aplikasi sederhana, untuk melihat konsep-konsep inti yang ditawarkan oleh React.

Sebelum mulai mencoba menggunakan React, beberapa prasyarat yang diperlukan yaitu:
  1. React Starter Kit untuk berbagai file dari React
  2. jQuery, sebagai library pendukung

Jika sudah mengambil kedua kebutuhan di atas, ekstrak React Starter Kit ke dalam sebuah direktori dan jalankan sebuah web server lokal (misal: http-server) di dalamnya. Seluruh eksperimen kita akan dijalankan dari direktori ini.

Hello, React!

Untuk memulai eksperimen, kita akan langsung mencoba membuat sebuah halaman sederhana dengan menggunakan ReactJS. Buat sebuah file dengan nama index.html di dalam direktori utama starter kit ReactJS, dan isikan dengan kode berikut:
 
<html>
    <head>
        <script src="build/react.js"></script>
        <script src="build/JSXTransformer.js"></script>
    </head>
    <body>
        <div id="content">
</div>
<script type="text/jsx">
            React.render(
                <h1>
Hello, world!</h1>
,
                document.getElementById('content')
            );
        </script>
    </body>
</html>

Buka index.html pada browser dan lihat hasil eksekusinya.

Mengenal ReactJS di Meetup React JS Surabaya
Hello World with React JS



Apa yang baru saja kita lakukan?

Pada bagian <head> dari index.html kita memasukkan semua modul Javascript yang dibutuhkan oleh ReactJS.<div id="content"> merupakan elemen yang akan menampung antarmuka yang kita hasilkan dengan menggunakan ReactJS. React.render merupakan fungsi utama dari ReactJS, yang akan menggambarkan antarmuka yang kita buat. Fungsi ini menerima dua buah argumen:
  1. Argumen pertama merupakan bentuk dari keluaran antarmuka yang ingin kita buat. Perhatikan bagaimana kita menggunakan sintaks yang mirip dengan HTML di sini. Kode <h1>Hello, world!</h1> yang kita isikan bukanHTML, melainkan sebuah sintaks khusus yang bernama JSX. Perhatikan juga bahwa kita menggunakan<script type="text/jsx"> pada awal tag <script>. Penjelasan lebih lanjut mengenai JSX akan kita tambahkan nanti.
  2. Parameter kedua menerima elemen DOM tempat kita ingin menampilkan keluaran dari elemen pertama. Parameter ini cukup gamblang, dan kita hanya mengirimkan elemen DOM standar yang didapat dari document.getElementById di sini.

Bentuk awal dari penggunaan ReactJS memang cukup sederhana. Kita akan melihat bagaimana hampir keseluruhan pengembangan dari ReactJS berdasar dari model sederhana ini nantinya.

Kode ReactJS pada File Terpisah

Jika diinginkan, kita juga dapat memisahkan kode JSX kita pada sebuah file terpisah, layaknya kita memisahkan kode javascript biasa pada file lain. Misalnya, kita dapat membuat sebuah file src/helloworld.js dengan isi:

  
React.render(
    <h1>Hello, world!</h1>,
    document.getElementById('content')
);

Dan tentunya kita harus menggantikan tag script pada index.html menjadi:
 
<script type="text/jsx" src="src/helloworld.js"></script> 

Dapat dilihat bagaimana tidak terdapat perbedaan mencolok antara penggunaan javascript dengan JSX, selain pada bagian di mana JSX dapat menerima kode yang mirip HTML di dalamnya.

Kompilasi JSX ke Javascript

Jika ingin, kita dapat juga melakukan kompilasi JSX ke javascript, yang pada kode sebelumnya dilakukan oleh JSXTransformer.js secara otomatis dan langsung. Kompilasi tentunya akan menghemat waktu eksekusi kode, karenabrowser dapat langsung membaca kode javascript yang kita berikan tanpa perlu melakukan transformasi dari JSX ke javascript lagi. Kompilasi dari JSX ke javascript dapat dilakukan dengan menggunakan tools yang telah disediakan ReactJS, melalui platform NodeJS.

Untuk dapat melakukan kompilasi, pertama-tama kita harus melakukan instalasi tools:
 
npm install -g react-tools 

Kita kemudian dapat mengubah src/hellworld.js yang berisi JSX menjadi javascript dengan perintah:
 
jsx --watch src/ out/

Tentunya karena kita telah memiliki hasil kompilasi JSX, kita tidak lagi perlu menggunakan JSXTransformer.js pada HTML kita, dan kita juga dapat langsung memasukkan hasil kompilasi seperti berikut:

 <!DOCTYPE html>
<html>
    <head>
        <script src="build/react.js"></script>
        <!-- Tidak ada lagi JSXTransformer.js -->
    </head>
    <body>
        <div id="content"></div>
        <script src="out/helloworld.js"></script>
    </body>
</html>

Perhatikan juga bagaimana kita tidak lagi memasukkan type="text/jsx" pada tag <script>. Isi dari out/helloworld.js sendiri adalah seperti berikut:
 
React.render(
    React.createElement('h1', null, 'Hello, world!'),
    document.getElementById('content')
); 

Dengan hanya perbedaan pada bagian sintaks JSX saja. Tentunya kita juga dapat langsung menggunakan pemanggilan fungsi seperti yang ada pada file hasil kompilasi ini jika mau.

Pembangunan Elemen Antarmuka ReactJS

ReactJS merupaakn sebuah library yang berbasis komponen. Hal ini menyebabkan kita harus mengembangkan sebuah elemen antarmuka komponen demi komponen. Kita akan langsung melihat bagaimana kita dapat mengembangkan sebuah komponen ReactJS sederhana dengan menggunakan fungsi-fungsi yang ada.

Aplikasi percobaan yang akan kita bangun adalah sebuah todo list (TDL) sederhana, yang menyimpan catatan berbagai hal yang akan kita lakukan. Tampilan aplikasi sangat sederhana:

Mengenal ReactJS di Meetup React JS Surabaya
Membuat project ToDo List dengan React JS

TDL yang akan kita kembangkan ini akan terdiri dari tiga buah komponen, yaitu
  1. komponen yang menerima masukan pengguna untuk menambahkan data baru,
  2. komponen yang menampilkan semua tugas pengguna yang telah tercatat dalam sistem, dan
  3. komponen utama TDL yang menampung kedua komponen sebelumnya.

Jika diilustrasikan, pembagian komponen kita dapat dilihat seperti gambar berikut:

Mengenal ReactJS di Meetup React JS Surabaya
Membuat project ToDo List dengan React JS
Langsung saja, kita dapat mulai membangun elemen antarmuka TDL ini dari file HTML yang diperlukan. Buat sebuah filetodo.html dan isikan dengan kode berikut:

<!DOCTYPE html>
<html lang="en">
<head>
    <meta charset="UTF-8">
    <title>Todolist React</title>
</head>
<body>
    <div id="content"></div>

    <script src="build/react.js"></script>
    <script src="build/JSXtransformer.js"></script>

    <script type="text/jsx" src="src/todolist.js"></script>
</body>
</html> 

HTML yang dibuat cukup standar. Sekarang kita akan membuat file javascript yang dibutuhkan, yaitu src/todolist.js :
 
var TodoForm = React.createClass({
    render: function () {
        return (
            <div className="todoForm">
                <label htmlFor="todoInput">
                    Tambahkan Data:
                </label>
                <input type="text" id="todoInput" className="inputForm" />
            </div>
        );
    }
});

React.render(
    <TodoForm />,
    document.getElementById("content")
); 

Jalankan kode dan lihat apa yang kita dapatkan:
Mengenal ReactJS di Meetup React JS Surabaya
Membuat project todo list dengan React JS


Apa yang baru saja terjadi?

Pertama, kita membuat sebuah komponen baru di dalam ReactJS dengan menggunakan method React.createClass.Method ini menerima sebuah parameter berupa objek yang dapat memiliki banyak method. Untuk contoh awal ini, kita hanya mengirimkan satu buah method: render. render merupakan method yang mengembalikan komponen React yang nantinya akan diubah menjadi HTML.

Elemen <div className="todoForm"> yang kita kembalikan bukan merupakan elemen DOM murni yang dikenali langsung oleh browser. Sebagai kode JSX, kita dapat menganggap elemen ini merupakan elemen DOM khusus milik React, yang nantinya akan diterjemahkan menjadi HTML. Perhatikan bagaimana untuk menambahkan kelas pada elemen kita menggunakan atribut className, bukan class seperti pada HTML standar. Hasil kembalian fungsi ini akan diubah menjadi HTML oleh React.render pada waktunya, dan hasil keluaran HTML ini relatif aman. React tidak menghasilkan string HTML sehingga kita terlindungi dari serangan XSS.

Setiap kali kita telah membuat komponen baru melalui React.createClass, kita kemudian dapat menyimpan komponen ini ke dalam sebuah variabel. Nama dari variabel ini kemudian akan menjadi komponen baru dari React, yang dapat digunakan sebagai markup buatan sendiri dalam JSX. Karena hal ini lah kita dapat langsung mengirimkan komponen yang baru kita buat sebagai <TodoForm /> ke React.render. Kita bahkan dapat menggunakan<TodoForm /> di dalam nilai kembalian komponen lainnya.

Untuk mengirimkan data ke dalam komponen React, kita juga dapat menambahkan atribut ke dalam elemen yang baru saja kita buat. Atribut ini dapat diisikan dengan nama apapun, selama tidak bertabrakan dengan atribut standar HTML. Pengisian atribut ke dalam elemen dilakukan dengan mengguankan pemisah {}, seperti berikut:
 
var judul = "Tambahkan Data";

React.render(
    <TodoForm teks={judul} />,
    document.getElementById("content")
);

Kita kemudian dapat mengakses nilai atribut ini dengan menggunakan properti props pada objek yang dikirimkan ke React.createClass :

 
var TodoForm = React.createClass({
    render: function () {
        return (
            <div className="todoForm">
                <label htmlFor="todoInput">
                    { this.props.teks }
                </label>
                <input type="text" id="todoInput" className="inputForm" />
            </div>
        );
    }
});

Penggabungan beberapa komponen dalam React juga dilakukan dengan cukup natural: hanya dengan menggunakan komponen-komponen yang telah kita kembangkan layaknya sebuah tag HTML biasa. Pertama, mari kita buat komponen baru untuk menampung semua data yang ada:

 
// data boleh berasal dari mana saja.
// asumsikan data sudah didapatkan.
var data = [
    {content: "Beli Telur", tag: "belanja"},
    {content: "Tugas Javascript", tag: "kuliah"},
    {content: "This War of Mine", tag: "game"},
    {content: "Doraemon", tag: "film"}
];

var List = React.createClass({
    render: function () {
        var listData = this.props.data.map(function (data) {
            return (
                <li>{data.content}, tag: {data.tag}</li>
            );
        });

        return (
            <ul className="list">
                {listData}
            </ul>
        );
    }
});

Elemen List yang kita kembangkan melakukan sesuatu yang menarik. Data yang kita peroleh, berupa array dari objek, dipetakan menjadi array dari elemen <li> JSX pada variabel listData. listData kemudian langsung kita masukkan sebagai nilai literal di dalam <ul> yang dikembalikan, dan React secara otomatis mengetahui apa yang harus dilakukan dengan array <li>!

Penggabungan List dan TodoForm dapat dilakukan dengan cukup alami:
 
var TodoList = React.createClass({
    render: function () {
        return (
            <div className="TodoList">
                <h1>Todo List</h1>
                <TodoForm teks="Tambahkan Data : " />
                <List data={this.props.data} />
            </div>
        );
    }
});

React.render(
    <TodoList data={data} />,
    document.getElementById("content")
); 

Perlu dicatat bahwa sebuah elemen yang dikembalikan oleh komponen React hanya boleh terdiri dari satu elemen terluar. Hal ini berarti kode berikut:
 
var TodoList = React.createClass({
    render: function () {
        return (
            <TodoForm teks="Tambahkan Data : " />
            <List data={this.props.data} />
        );
    }
}); 

Tidak akan dapat berjalan dan memberikan kesalahan kompilasi. Untuk menanggulangi hal ini pastikan untuk selalu membuat elemen pembungkus agar hanya terdapat satu elemen terluar saja.


Mengambil Data Dari Server

Aplikasi web umumnya tentunya tidak menyimpan data di dalam array secara lokal seperti contoh pada bagian sebelumnya. Yang biasanya terjadi adalah pengambilan data dilakukan melalui sisi server. Untuk dapat melakukan hal ini, kita akan melakukan dua hal. Pertama, pada todo.html kita akan menambahkan jQuery:

<head>
    <script src="build/jquery-2.1.1.min.js"></script>
    <script src="build/react.js"></script>
    <script src="build/JSXTransformer.js"></script>
</head> 

Kita kemudian perlu membuat file data.json yang isinya tidak berbeda jauh dengan variabel data yang kita buat sebelumnya:
 
[
    {
        "content": "Beli Telur",
        "tag": "belanja"
    },
    {
        "content": "Tugas Javascript",
        "tag": "kuliah"
    },
    {
        "content": "This War of Mine",
        "tag": "game"
    },
    {
        "content": "Doraemon",
        "tag": "film"
    }
] 


Data pada data.json ini nantinya yang akan kita ambil dari sever. Selanjutnya, kita tidak akan langsung menggunakan variabel data lagi untuk mengisikan list. Kita akan mengirimkan URL data yang diperlukan saja.

 
var TodoList = React.createClass({
    render: function () {
        return (
            <div className="TodoList">
                <h1>Todo List</h1>
                <TodoForm teks="Tambahkan Data : " />
                <List url={this.props.url} />
            </div>
        );
    }
});

React.render(
    <TodoList url="./data.json" />,
    document.getElementById("content")
);

Selanjutnya, kita perlu memperbaharui komponen List seperti berikut:
 
var List = React.createClass({
    loadData: function () {
        $.ajax({
            url: this.props.url,
            dataType: 'json',
            success: function (data) {
                this.setState({data: data})
            }.bind(this),
            error: function (xhr, status, err) {
                console.log(xhr);
                console.log(status);
                console.log(err);
            }.bind(this)
        });
    },
    getInitialState: function () {
        return { data: [] }
    },
    componentDidMount: function () {
        this.loadData();
    },
    render: function () {
        var listData = this.state.data.map(function (data) {
            return (
                <li>{data.content}, tag: {data.tag}</li>
            );
        });

        return (
            <ul className="list">
                {listData}
            </ul>
        );
    }
}); 



Terdapat beberapa method tambahan yang digunakan di sini. Pertama, method loadData merupakan method buatan kita untuk mengambil data dari server. loadData cukup sederhana, hanya melakukan pengambilan data melalui fungsi$.ajax dari jQuery.

Pada aplikasi kita sejauh ini, setiap komponen yang kita kembangkan menampilkan dirinya berdasarkan props yang kita kirimkan. Nilai props tidak dapat berubah isinya. props dikirimkan oleh komponen teratas, dan “dimiliki” oleh komponen tersebut. Karena hanya dikirimkan kepada objek, maka nilai props tidak dapat diubah. Jika ingin mengubah data untuk mendapatkan interaktifitas aplikasi, kita perlu menggunakan mekanisme khusus yang disediakan React.this.state merupakan komponen privat yang dapat diganti isinya dengan memanggil this.setState. Ketika nilaistate diperbaharui, komponen React akan secara otomatis diperbaharui juga (fungsi render dipanggil kembali).

Fungsi render sendiri dituliskan sebagai fungsi deklaratif milik this.props dan this.state. Hal ini menjadikan komponen antarmuka selalu konsisten dengan interaksi pengguna.

Data dari this.state sendiri kita inisialisasi melalui fungsi getInitialState. Nilai yang dikembalikan getInitialState akan menjadi nilai awal dari this.state. Fungsi ini dijamin oleh React hanya akan berjalan sekali selama masa hidup komponen.

Method componentDidMount dipanggil secara otomatis oleh React ketika komponen digambarkan. Kita memanggil this.setState di sini agar data diperbaharui secara dinamis. Array data yang lama kita gantikan dengan data yang diambil dari server, dan komponen (UI) akan secara otomatis memperbaharui dirinya sendiri. Karena ini, kita dapat dengan mudah mengimplementasikan live update, dengan teknik polling:
 
componentDidMount: function () {
    this.loadData();
    setInterval(this.loadData, 2000);
}, 

Tentu saja kita dapat mengimplementasikan metode live update yang lebih baik, misalnya dengan menggunakan WebSocket di bagian ini.

Read More

5 Alasan memilih SMK

  No comments
07:00

5 Alasan memilih SMK
Siswa SMK sukses


SMK merupakan kependekkan dari Sekolah Menengah Kejuruan. SMK merupakan salah satu jenjang pendidikan menengah yang bertujuan mempersiapkan lulusannya bisa langsung bekerja. Hal ini sesuai dengan isi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 pasal 3 mengenai tujuan pendidikan nasional dan penjelasan pasal 15 yang menjelaskan tentang pendidikan kejuruan adalah pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja di bidang tertentu.

Pendidikan kejuruan merupakan bagian dari sistem pendidikan yang mempersiapkan lulusannya memiliki bekal yang cukup guna bekerja di perusahaan serta menguasai satu bidang pekerjaan dari sekin banyak bidang pekerjaan lainnya. Karena saat masih menimba ilmu di SMK, lulusannya mendalami setiap bidang studi atau pendidikan kejuruan yang mengarah siap pakai ketika memasuki dunia kerja.

Saat ini dan di masa-masa mendatang, jumlah lapangan kerja industri terbilang minim jumlahnya, sementara jumlah pengangguran lebih banyak. Dengan adanya SMK, tentu saja akan membuka lapangan kerja dengan jumlah SDM yang berpotensi semakin banyak jumlahnya. Esensinya, belajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) siswa/siswi akan lebih terarah. 
5 (lima) Alasan Memilih Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 


Dari sekian banyak alasan memilih sekolah menengah kejuruan, berikut ini 5 (lima) alasan utama mengapa anak-anak perlu melanjutkan ke SMK selepas SMP. 
  1. Setiap siswa akan diberi bekal tentang ilmu pengetahuan khusus yang disesuaikan dengan minat serta kemampuan masing-masing siswa. 
  2. Siswa akan didorong untuk memiliki bakat berwirausaha (memiliki jiwa enterpreneurship) atau kewirausahaan. Nantinya, setiap siswa SMK terbiasa memiliki etika serta etos kerja yang tinggi. 
  3. Siswa SMK senantiasa dibekali landasan (basic) berupa pelatihan kerja atau biasa disebut dengan Pendidikan Sistem Ganda (PSG). 
  4. Siswa akan diajarkan agar sanggup menentukan pilihan bidang ketrampilan dan keahlian yang harus dikembangkan. 
  5. Lulusan SMK cepat memperoleh pekerjaan, karena banyak perusahaan yang menginginkan fresh graduate seperti lulusan SMK. 

Pembaca, mahalnya biaya pendidikan di Indonesia, tentunya akan membuat orangtua berpikir tujuh keliling bagaimana mengakalinya. Dengan memilih SMK maka orangtua sudah bertindak dengan benar dan tujuan anaknnya akan mudah mencari pekerjaan sungguh tepat sasaran.

Membaca artikel 5 (lima) Alasan Memilih Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ini, apa perlu orangtua berpikir lama untuk memasukkan anak-anaknya melanjutkan pendidikan dengan memasuki sekolah menengah kejuruan?



Read More

Kuliah setelah lulus SMK , Apakah harus memilih jurusan yang sejalan ?

  No comments
20:00

Kuliah setelah lulus SMK , Apakah harus memilih jurusan yang sejalan ?
See the future


As we all know, SMK— alias Sekolah Menengah Kejuruan adalah salah satu jenjang pendidikan menengah yang menyiapkan siswanya untuk langsung bekerja setelah lulus.

Mata pelajaran yang diajarkan di SMK bukan hanya yang normatif dan adaptif (Pendidikan Agama, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS dan lain sebagainya), tetapi juga mata pelajaran produktif yang khusus jurusan.

Jadi, anak SMK adalah anak amphibian yang pulangnya malam melulu. Ya, abis gimana, kak. Kami nggak cuma belajar pelajaran umum aja, sih, tetapi juga mata pelajaran jurusan plus praktek kerja lapangan. Abis itu masih ikut ekstra kurikuler pula, demi ketemu gebetan #eaaa

Siswa-siswi SMK memang dipersiapkan untuk langsung bekerja setelah lulus. Namun kenyataannya, banyak banget lulusan SMK yang meneruskan studi ke bangku kuliah, seperti saya. Trus, idealnya, jurusan kuliah yang diambil, tuh, yang berhubungan dengan jurusan SMK mereka dong, ya. Kenyataannya? Banyak banget lulusan SMK mengambil jurusan kuliah yang “melenceng”, lagi-lagi seperti saya.

Dulu saya memutuskan masuk SMK karena mengira nggak berkesempatan kuliah setelah lulus. Jadi mau langsung kerja aja. Eh, ternyata kesempatan kuliah itu datang!

Maka ketika harus menentukan jurusan kuliah, saya pun bingung. Mendingan ngambil jurusan yang sesuai spesialisasi di SMK, atau ngambil jurusan yang benar-benar beda, ya?

Maka saya…

Memikirkan kembali passion saya apa.


Awalnya, saya bertanya kepada diri sendiri:

Apakah jurusan yang saya ambil di SMK benar-benar saya sukai, atau hanya karena ikut-ikutan teman?

Apakah dulu saya asal-asalan memilih jurusan, karena “terpaksa” masuk SMK? Toh dulu saya berpikir nggak akan lanjut kuliah.

Ternyata jawabannya, ya, saya nggak benar-benar suka dengan jurusan SMK saya.

Karena itulah saya NGGAK BOLEH maksain diri memilih jurusan yang sama dengan jurusan saya di SMK. Saya bertekad, kuliah harus menjadi tempat belajar bidang yang saya sukai.

Tetapi kalau jurusan SMK kamu memang betul-betul sesuai minat, tentunya jurusan kuliah kamu bisa sejalan dengan jurusan SMK, ya.

Perbanyak informasi mengenai kampus dan jurusannya terbaiknya.

Kalau sudah menentukan jurusan kuliah yang kamu mau, carilah informasi sebanyak-banyaknya tentang universitas yang punya jurusan tersebut, soalnya setiap universitas pasti punya jurusan unggulan masing-masing.

Jadi ketika saya tau bahwa jurusan yang saya minati di universitas pilihan termasuk jurusan unggulan, saya nggak ragu untuk memilih universitas tersebut.


Jangan lupakan jurusan SMK, dan jangan menyesal!

Seorang sahabat pernah nanya, apakah saya menyesal masuk SMK, berhubung kemudian saya kuliah di jurusan yang “nggak nyambung”. Dengan tegas saya jawab, “Nggak nyesel, dong!”

Meskipun saya lebih menyukai jurusan saat kuliah, jurusan yang saya ambil di SMK masih sangat berguna sampai sekarang, kok. Kesempatan saya berkarya ketika SMK juga saya gunakan sebaik-baiknya.

Trus, sebenarnya banyak yang bilang bahwa SMK adalah sekolah buangan, sekolah pelariannya para pelajar yang nggak diterima di SMA. Macem jomblo ditolak gebetan, terus nyari pelarian #hiks

Nah, kalau dulu saya tau bahwa saya akan kuliah, apakah saya akan memilih SMA? Nggak juga, tuh. SMK juga menawarkan banyak hal seru, kok. Lulusan SMK pun bisa kuliah dengan baik-baik aja. Malahan lulusan SMK malah punya kesempatan lebih besar untuk lebih cepat bekerja, dan sukses! Tentunya kalau sekolahnya bener, ya.

Justru karena masuk SMK, saya akhirnya tau passion saya apa dan lebih mantap saat memilih jurusan kuliah.

Semoga kamu yang lulusan SMK dan mau lanjut kuliah nggak bingung lagi, ya, dalam menentukan jurusan!


Penulis : Dian ismarani
Publisher : youthmanual


Read More

Printfriendly

Like this blog? Keep us running by whitelisting this blog in your ad blocker.

This is how to whitelisting this blog in your ad blocker.

Thank you!

×